di Kedalam antara Tawa dan Tangis
di Kedalaman Antara Tegar dan Gemetar
di Kedalaman Antara Kenyang dan Lapar
Berlabuh diantara Panas dan Sejuk
Berlabuh diantara hari ini dan Esok
Berlabuh diantara Putus asa dan Mimpi
Berlabuh diantara Diam dan Berlari
Bukan Aku tidak mau Tidur diantara Hamparan Uang
Bukan Aku tidak mau tidur diantara Makanan Lezat
Bukan Aku tidak mau tidur diantara kemewahan
Tapi ..
Aku hanyalah Pemulung yang bekerja Hingga Tengah Malam
================================================
Sabtu Malam Aku masih memandang Tempat sampah di depan Kampusku, Dua orang anak kecil masih sibuk mengorek-ngorek bak sampah. Kuhampiri sembari duduk di tepi bak sampah itu.
Aku tersenyum “nyari apa dek..?”
“Botol minuman plastik kak ” jawabnya tak berhenti tangannya mengorek sampah itu
Kuraih satu botol plastik diantara sampah itu “ini….?” tanyaku
“iya kak ” katanya. Tak perduli celana panjangku mungkin kotor duduk disana. Biar saja. BEsok bisa dicuci pikirku.
Sebenarnya aku sering melihat dia mengorek sampah bersama ibunya, dan foto mereka bisa dilihat pada tulisanku sebelumnya di Kejamnya Ibu tiri tak sekejam Ibu Kota.
“Namanya siapa dek ?”tanyaku
“Lulu…”
“sekolah ..?” tanyaku lagi
“Iya…..”
“Sampai jam berapa nyari ini..?”
“Jam 11 atau 12 malam kak…”
Aku sedikit kaget. Semalam itu anak sekecil mereka mencari nafkah
“adiknya namanya siapa…? sambil memandang adik lelakinya
“Donny ..”
“Kelas berapa don…?” aku bertanya pada donny
“Kelas 4 ..”
Aku diam sejenak sembari memandang kumpulan nasi dari tempat sampah yang mereka bawa
“nasinya buat apa lu…? aku bertanya tentang nasi itu
“makanan Bebek……”
“Wah…. Bebeknya banyak ya don…? aku tersenyum pada donny
“empat kak …”
“ibunya kemana lu..?” Aku bertanya tentang ibunya…….
“Lagi sakit kak…”
“ooooo…….” hanya kata itu yang keluar dari bibirku
“Ibuk kalo siang kerjanya mulung juga..?” aku bertanya lagi…
“Iya kak….”
“Bapak kerja apa sih lu…? ” AKu bertanya tentang bapaknya
“Sopir angkot kak..”
Aku terdiam lagi sembari memandangi mereka dan masih duduk disisi bak sampah yang baunya sebenarnya cukup menyesakkan dada
“Lu…. Kalau tamat SMP mau Lanjut sekolah kan…?” keheningan kuusik kembali
“hehehehe……Kalau ada biaya” aku yakin tawa itu hambar…..
“Harus sekolah…..!” kataku lembut
“berapa jajannya sehari di kasih ibu..?” tanyaku
“3000 kak…”
Dia diberi uang 3000 setiap hari, 2000 untuk ongkos angkot dan 1000 untuk jajanan
“Tabung aja 500 sehari lu…” saranku
“Nanti kalau 2 tahun lagi kan banyak, bisa untuk lanjut sekolah..” saranku lagi
Lulu Hanya tersenyum, dan senyum itu aku tau masih hambar. Jajanan apa sih yang bisa dia beli dengan 1000 Rupiah.
Tapi aku tau dia masih bersemangat, walau senyumannya sedikit Hambar.
Waktu sudah terlalu larut, aku beranjak dan sedikit membelai kepala donny.
“Jangan lupa belajar ya don…” kataku sembari tertawa kepadanya.
“Lu… sampai jumpa, Kakak duluan ya..” sambil kulambaikan tangan kepadanya. Aku tau malamlain pun aku masih akan bertemu dengannya.
masih berpikir, apa yang bisa kuberikan malam itu untuknya. Buku sekolah kah…? Tas sekolah kah…..
Belum tau…
Dalam Hidup berkelimpahan sering sekali kita mengeluh dan merasa kekurangan, Makan 3 kali sehari bagi kita kurang jika belum mampir di jajanan Mahal. Ulang tahun dengan pesta meriah sering sekali tidak terasa lengkap jika tidak dirayakan di Restoran Mewah. Lalu … Pernahkah membayangkan jika tidak makan, tidak tidur dan tidak bisa menikmati waktu senggang? Memberilah meski sedikit dan teruslah bersyukur lebih banyak akan setiap karunia dan hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar