air-mata
Hiduplah Indonesia Raya
Pernahkah Hatimu merasa teriris
Merasakan makna lagu Itu
Pernah kah Air matamu mengalir?
Meski Bukan Kita yang menyanyikannya
Ingatkah Lagu pemudi pemuda
Disaat tangan tangan mudamu merusak Negeri ini
Disaat tangan tangan perkasamu Menghancurkan kursi-kursi itu
Disaat semangat mudamu Terbakar oleh emosi tak berarah
Disaat Intelektualmu Bicara dengan kata-kata tak bermoral
Sudah kah jernih Pikiranmu?
Sudahkah bertingkah halus?
Indonesia Pusaka kau anggap apa?
Lagu tanpa Makna??
Atau hanya barisan kata terucap tanpa Makna?
Dengan Mengorbankan masa depanmu kau memuja
Dengan Narkoba kah kau mengasihi?
Dengan Melempar batu kah tenaga kau beri bagi bangsa ini?
Pahlawan tanpa tanda jasa kau anggap apa?
Masih menjadi pelita atau menjadi Gelap?
Engkau menyejukkan atau membakar bara dikepala Generasi Bangsa?
Atau air matamu juga air mata buaya
Tanya Dirimu wahai pahlawan tanpa tanda jasa
Atau hanya diam melihat semua itu di dunia pendidikan ini
Bobrok dan Menutup Mata, seakan akan buta akan semua?
Berkibarlah benderaku bagimu apa?
Merah saja dan Putih saja?
Merah- Putih tak lagi kau kibarkan di langit yang biru
Merah kau sebarkan ditanah berdebu
Nyawa Tak lagi berharga kah Bagimu?
Merah darah demi kejayaan dan kesenangan hatimu?
Putih kau anggap memutihkan Nama Baikmu
Putih Kau anggap Memutihkan harta kekayaanmu
Putih kau anggap memutihkan jalan kakimu
Menginjak-injak keringat sang pengemis
menginjak-injak Kerja keras Sang Petani
menginjak-injak Harga Diri orang yang membayar engkau
Tak perlu Menengadah tinggi menyombongkan diri
Jika hatimu tak pernah teriris melihat Fakta Negeri
Jangan Keraskan suaramu membanggakan diri
Jika air mata tak mengalir dengan ketulusan Hati
Pemuda haruslah menjadi pemuda
Pahlawan Haruslah menjadi Pahlawan
Pemerintah haruslah menjadi pemerintah
Bukan memerintah untuk menginjak harga diri
Pandang Merah dan Putih Itu yang membawamu sampai didetik ini